Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan zaman, masih banyak pelaku usaha yang setia mempertahankan kearifan lokal sebagai identitas utama bisnis mereka. Salah satunya adalah Nur Rohman, seorang pengrajin kayu asal Cirebon, Jawa Barat, yang sukses mengembangkan “Kerajinan Kayu Nur” sebagai workshop dan sentra kerajinan kayu yang kini dikenal hingga mancanegara.
Nur Rohman dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan perajin mebel di kawasan Weru, Kabupaten Cirebon. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan aroma kayu dan suara mesin gergaji. Ayahnya dikenal sebagai pengrajin kayu tradisional. Awalnya, hobi Nur Rohman mengukir kayu hanya sebagai pengisi waktu luang selepas membantu orang tuanya. Namun lambat laun, ia semakin jatuh cinta dengan dunia kerajinan kayu, terutama produk-produk ukir bernuansa khas Cirebon.
Melihat hasil karyanya mulai diminati tetangga dan kolega, pada 2005 Nur Rohman mantap mendirikan workshop sederhana dengan nama “Kerajinan Kayu Nur”. Ia tak sekadar membuat produk mebel biasa, melainkan memadukan motif ukir gaya Cirebon dan desain kekinian dalam setiap produknya. Mulai dari kursi, meja, pigura kayu, wall art, hingga aksesori rumah tangga, semuanya dikerjakan dengan sentuhan tangan terampil dan penuh keuletan.
Nur Rohman juga memberdayakan para pemuda di sekitar rumahnya yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap untuk ikut bergabung. Di bawah bimbingan Nur, mereka belajar berbagai teknik pengolahan dan pengukiran kayu hingga menjadi perajin handal bernilai jual tinggi.
Kunci utama kesuksesan Kerajinan Kayu Nur terletak pada inovasi produk yang terus dikembangkan. Selain menjaga kualitas bahan kayu — seperti mahoni, jati, dan trembesi — Nur Rohman selalu memperhatikan tren desain interior terkini. Ia rajin mengikuti pelatihan dan pameran, baik di dalam negeri maupun luar negeri, sehingga karyanya mampu bersaing dengan produk sejenis dari berbagai daerah lain.
Tantangan juga datang dari harga bahan baku yang naik-turun, serta persaingan semakin ketat dengan produk pabrikan. Namun dengan kreativitas dan tekad kuat, Nur Rohman mampu bertahan bahkan berkembang.
Lewat promosi dari mulut ke mulut dan pemanfaatan media sosial seperti Instagram dan Facebook, Kerajinan Kayu Nur semakin dikenal. Nur Rohman pun mulai menerima pesanan dari kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Ia kemudian berani memasuki pasar ekspor, bekerja sama dengan eksportir kerajinan lokal untuk mengirim produk ke Malaysia, Jepang, bahkan Eropa.
Pada 2017, Kerajinan Kayu Nur resmi mendapatkan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk beberapa desain produk unggulannya, menjadi bentuk pengakuan sekaligus perlindungan hasil karyanya.
Kesuksesan yang diraih tidak membuat Nur Rohman lupa untuk berbagi. Ia rutin mengadakan pelatihan gratis bagi anak-anak muda dan ibu-ibu rumah tangga di sekitar desanya. Program pelatihan ini mencakup keterampilan dasar mengolah kayu, mengenal alat ukir, hingga pemasaran digital sederhana.
Kini, puluhan pemuda sudah mandiri dengan membuka bengkel kerajinan sendiri maupun bergabung dalam tim produksi Kerajinan Kayu Nur. Dampak ekonomi juga dirasakan masyarakat, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan, hingga munculnya ekonomi kreatif baru di bidang kerajinan di Cirebon.
Berkat dedikasinya mengembangkan kerajinan kayu sekaligus pemberdayaan masyarakat, Nur Rohman mendapat berbagai penghargaan dari pemerintah daerah, komunitas usaha mikro, hingga lembaga swasta. Penghargaan itu menjadi motivasi bagi Nur Rohman untuk terus melestarikan dan mengembangkan kreativitas di bidang kayu.
Kisah sukses Nur Rohman tidak hanya menginspirasi para pelaku UMKM di Cirebon, namun juga banyak individu lain yang sedang merintis usaha. Ia membuktikan bahwa dengan keuletan, inovasi, dan jiwa sosial, kearifan lokal bisa bersaing secara global.
Kisah Nur Rohman dan Kerajinan Kayu Nur di Cirebon adalah cermin perjuangan, semangat berbagi, serta bukti bahwa warisan budaya lokal dapat menjadi identitas sekaligus peluang ekonomi. Melalui tangan kreatif dan dedikasi tinggi, produk kayu tradisional Cirebon berkembang dari ruang tamu masyarakat lokal hingga menembus pasar dunia, membawa nama baik Cirebon dan Indonesia.
Sosok Nur Rohman kini menjadi inspirasi untuk terus mencintai, melestarikan, dan mengembangkan tradisi kerajinan dengan sentuhan inovasi zaman. Kerajinan Kayu Nur membuktikan, usaha yang dibangun dari nol akan mendatangkan hasil jika dilandasi tekad, kerja keras, dan keikhlasan untuk berbagi manfaat kepada sesama.