Cirebon, sebuah kota pesisir di Jawa Barat, telah lama dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan rotan terbesar di Indonesia. Dari kota inilah kisah inspiratif seorang pengusaha muda, Eko Pratama, bermula. Dengan semangat dan kreativitas tinggi, Eko mampu mengubah potensi lokal menjadi usaha kerajinan rotan yang tidak hanya sukses di pasar domestik, tetapi juga menembus pasar ekspor.
Eko Pratama lahir dan besar di wilayah Kabupaten Cirebon. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan kerajinan rotan karena kedua orang tuanya bekerja sebagai pengrajin rotan rumahan. Namun, suasana keluarga yang sederhana tidak menyurutkan tekadnya untuk bisa lebih berkembang. Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, Eko mencoba peruntungan dengan bekerja di salah satu pabrik rotan di Cirebon sebagai tenaga administrasi.
Selama bekerja, Eko mendalami cara pengolahan rotan, manajemen produksi, pemasaran, hingga ke proses ekspor. Ia melihat banyak peluang pengembangan, terutama memperhatikan lemahnya pemasaran digital pelaku kerajinan di sekitarnya.
Pada tahun 2014, Eko memutuskan untuk membuka usaha sendiri dengan modal hasil tabungan selama bekerja dan bantuan pinjaman keluarga. Ia menamai usaha barunya “Eko Rotan”. Awalnya, usahanya sangat sederhana: ia hanya memperkerjakan dua orang pengrajin tetangga dan menggunakan garasi rumah orang tuanya sebagai workshop.
Eko tidak hanya memproduksi kursi dan meja rotan konvensional, tetapi juga mulai berinovasi dengan desain yang lebih modern dan multifungsi seperti rak gantung, dekorasi dinding, keranjang laundry, bahkan aksesori rumah minimalis. Produk-produk ini ia pasarkan melalui media sosial dan marketplace online.
Salah satu kunci keberhasilan Eko adalah keberanian memanfaatkan teknologi digital. Ia membuat website sederhana, mengelola akun di berbagai marketplace, dan aktif merespon pesan pelanggan. Lambat laun, pesanan dari Jakarta, Surabaya, Bali, dan kota-kota besar lainnya mulai berdatangan.
Pada akhir 2016, Eko mendapat kesempatan dari salah satu buyer asal Australia yang tertarik dengan produk keranjang rotannya. Setelah melalui proses negosiasi dan penyesuaian desain sesuai permintaan, Eko berhasil mengirim order pertama ke Australia. Momentum ini membuka jalan pemasaran ke luar negeri.
Seperti industri lainnya, kerajinan rotan sempat terdampak pandemi COVID-19. Permintaan menurun drastis, banyak buyer luar negeri membatalkan order. Namun, Eko tidak menyerah. Ia melihat peluang untuk memperluas penjualan dalam negeri dengan memproduksi produk home living dan furniture untuk kebutuhan work from home.
Melalui konten kreatif dan kerjasama dengan desainer interior, Eko Rotan berhasil mendapat pesanan dari klien korporat, hotel, dan cafe di Indonesia. Perlahan, bisnisnya bangkit kembali dan bahkan tumbuh lebih baik.
Eko menyadari, bisnis kerajinan tidak hanya soal produk, tapi juga keberlanjutan kualitas tenaga kerja. Ia membuka pelatihan gratis bagi generasi muda di sekitar desanya, mengajarkan keahlian merajut rotan, pemilihan bahan, hingga manajemen digital pemasaran.
Beragam inovasi juga terus dilakukan, seperti:
Kini, Eko Rotan memiliki lebih dari 30 pekerja tetap dan puluhan tenaga lepas. Setiap bulan, tak kurang dari 800 unit produk rotan dikirim ke berbagai kota di Indonesia dan beberapa negara seperti Australia, Jepang, dan Belanda.
Kisah Eko Pratama tidak sekadar memberi harapan baru bagi para pengrajin di Cirebon, tetapi juga turut membantu roda perekonomian desa. Banyak warga yang ikut terlibat, dari ibu rumah tangga, remaja, hingga kepala keluarga. Pendapatan masyarakat sekitar meningkat, kehidupan keseharian pun semakin sejahtera.
Di samping itu, Eko aktif memberikan motivasi dan berbagi kiat sukses kepada pelaku UMKM lain dalam seminar, workshop, maupun melalui media sosial. Ia percaya, keberhasilan adalah milik mereka yang pantang menyerah dan mau belajar terus menerus.
“Harus terus belajar, merangkul perubahan, dan percaya pada potensi diri sendiri. Jangan takut gagal, setiap kegagalan adalah guru terbaik,” tutur Eko di salah satu seminar UMKM nasional.
Eko juga menekankan pentingnya menjaga kualitas produk dan layanan pelanggan. Kepuasan pelanggan menjadi prioritas utama karena dari sana kepercayaan dan reputasi usaha akan terbangun.
Perjalanan Eko Pratama membangun Kerajinan Rotan Eko di Cirebon membuktikan bahwa inovasi, kemauan belajar, dan pemanfaatan teknologi dapat mengantarkan usaha lokal ke tingkat nasional bahkan internasional. Ia adalah sosok inspiratif yang mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan serta menjadi panutan generasi muda pelaku UMKM di Indonesia.
Kisah sukses ini menjadi semangat baru agar masyarakat tidak ragu mengembangkan usaha kerajinan dengan cara kreatif, adaptif, dan berorientasi pada kualitas serta kepuasan pelanggan, sebagaimana yang dilakukan Eko Pratama dan timnya.